#MillennialsMemilih

London Merayakan Hari Gak Pake Bawahan dan Penduduknya Pede Bercelana Dalam John Stillwell/mashable.com

London Merayakan Hari Gak Pake Bawahan dan Penduduknya Pede Bercelana Dalam

Bahkan di dalam transportasi umum lho!

Bagi orang pada umumnya, bawahan (baik itu celana, rok, sarung atau apapun) adalah salah satu bagian pakaian yang harus dipakai semua orang. Namun bagaimana jadinya bila orang-orang memutuskan untuk gak memakainya di satu hari dalam setahun secara kompak.

Hari tanpa bawahan adalah tradisi yang ditunggu oleh kebanyakan orang yang dimulai di New York pada tahun 2002 dan dengan cepat menyebar antar negara karena mereka merasa nyaman secara kompak gak mengenakan bawahan di dalam transportasi umum, hanya mengenakan celana dalam. Ini adalah hari tanpa bawahan di tranportasi umum London tahun 2017 pada tanggal 8 Januari.

1. Tradisi ini diikuti dengan sukarela oleh sekitar 60 negara di seluruh dunia.

Orang-orang dengan antusias hanya mengenakan celana dalam sebagai bawahan mereka.

2. Orang dari berbagai latar belakang, ras, etnis bergabung bersama dalam aksi perayaan hari tanpa bawahan ini.

Di stasiun Kings's Cross bahkan ada beberapa peserta hari tanpa bawahan melakukan mannequin challenge. Wah, itu ada yang perlu dikasih logo smiley karena terlalu menonjol. Bahaya, bro!

3. Para peserta aksi hari tanpa bawahan 2017 di London berjalan dengan muka datar dan menikmati perasaan "kebebasannya".

Kayaknya kompakan sekali ya celana dalamnya warna biru, semoga aja gak tertukar ya. Kalau misalnya itu orang yang gak kenal mungkin benar-benar awkward tuh kalau celana dalamnya sama persis.

4. Padahal di hari-hari sekitar ini, udara London masih terbilang dingin, sehingga aksi sebagian besar dilakukan di kereta bawah tanah.

Sudah, gak perlu bertanya apa yang ada di balik logo smiley itu. Yang penting semuanya aman, tentram dan sejahtera.

Baca Juga: 13 Gedung Ini Saking Ganasnya Sampai Cocok Jadi Markas Musuh Besar Superhero

5. Gak ada perasaan aneh bagi mereka melihat satu sama lain mengenakan celana dalam saja sebagai bawahannya.

Yang penting aktivitas dalam hari itu berjalan lancar.

6. Pihak berwajib gak mengikuti tradisi ini karena harus tetap bertugas menjaga keamanan publik dan norma yang berlaku selama bertugas.

Ada juga orang yang gak mau terekspos kamera mengingat ini hanya perayaan satu hari dalam setahun.

7. Di antara orang-orang yang mengikuti tradisi hari tanpa bawahan ini, sudah wajar ditemukan ada orang yang gak berpartisipasi dan itu gak membuatnya didiskriminasi. Santai saja, bro!

Lihatlah wajah-wajah bahagia itu, seperti gak ada beban sama sekali ya! Ada juga beberapa orang yang gak mengikuti tradisi ini dan itu diterima saja kok secara sosial. Sah-sah saja, berbeda jalan tapi tetap gak saling mengusik.

8. Bagi mereka yang penting kebahagiaanku ya kebahagiaanku, kalau kebahagiaanmu itu ya kebahagiaanmu, lebih baik jika bisa berbahagia bersama.

Peserta gak memandang jenis kelamin dan usia, semua yang ikut serta terlihat sangat riang dan menikmatinya.

Tradisi ini menuai banyak kontroversi meskipun di negara seperti Inggris. Namun, perbedaan pendapat dan keputusan itu gak lantas membuat mereka mencerca satu sama lain, mereka menikmati kenyamanannya masing-masing. Kebayang kan kalau ini diberlakukan juga di negeri kita? Wah, mending jangan deh! Segala sesuatunya bakal repot, selain bertentangan dengan berbagai norma juga.

Baca Juga: Museum Penyiksaan di Kairo Ini Menyimpan 180 Alat Penyiksaan yang Mengerikan


Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote Vote
    Senang 8%
  • Vote Vote
    Sedih 4%
  • Vote Vote
    Terhibur 40%
  • Vote Vote
    Marah 12%
  • Vote Vote
    Kaget 20%
  • Vote Vote
    Terinspirasi 16%

ARTIKEL TERKAIT

About IDNtimes