Oh, Ternyata Seperti Ini Bentuk Tubuh "Ideal" Cewek dari Masa ke Masa

Gendut dan kurus itu nggak ada artinya.

Oh, Ternyata Seperti Ini Bentuk Tubuh "Ideal" Cewek dari Masa ke MasaSumber Gambar: huffingtonpost.com

"Gendut dan kurus itu nggak ada artinya."

Percaya nggak percaya, dulu tubuh cewek "ideal" itu nggak kayak sekarang. Bahkan, standar dan daya tarik seks perempuan itu mengalami perubahan yang super duper drastis selama beberapa ratus tahun terakhir. Jadi, apa yang dianggap orang "cantik" dan "seksi" selalu berubah-ubah. Kayak apa sih definisi tubuh ideal dari masa ke masa?

1. Renaissance (1400-an sampai awal abad ke-16)

Renaissance

Tipe tubuh: Perempuan Renaissance itu disebut-sebut jauh lebih menggairahkan. Lukisan dari era ini menggambarkan wanita yang kemungkinan kalau di zaman ini dianggap kelebihan berat badan. Tapii.. pada saat itu wanita-wanita yang bertubuh seperti ini adalah lambang keseksian.

Kecantikan: Kayaknya rambut pirang berkembang dari era ini. Karena mereka percaya bahwa warna rambut yang lebih terang itu lebih baik. Sedangkan untuk make-up, kulit pucat itu yang dianggap seksi dan vermillion (semacam batu mineral) digunakan untuk mewarnai bibir warna merah tua.

2. Era Victoria (1837-1901)

Era Victoria

Tipe tubuh: Tidak seperti wanita Renaissance, perempuan era Victoria sangat sadar sangat tentang pentingnya tubuh. Seksi berarti memiliki pinggang sekecil mungkin. Untuk mencapai tampilan seperti foto di atas, para wanita mengenakan korset. Bahkan beberapa wanita yang terikat begitu ketat sampai tidak bisa bernapas. Mereka juga tidak bisa duduk saat mengenakan korset. Banyak wanita bahkan mematahkan tulang rusuk mencoba untuk mendapatkan lingkar pinggang mereka turun ke 30 sentimeter.

Kecantikan: "Sederhana" itu kata kuncinya. Wanita yang punya status sosial tinggi menggunakan sedikit make-up. Warna-warna yang berani dianggap kasar dan digunakan oleh kaum pelacur. Selain itu, beberapa agama juga memproklamirkan penggunaan make-up sebagai penampilan setan. What!

3. The Roaring 20s (Era yang memberikan kita Coco Chanel, baju lengan pendek dan flappers)

The roaring 20s

Tipe tubuh: Tahun 1920 adalah masa di mana perempuan menyembunyikan lekuk tubuh mereka. Bahkan, ada yang mengikat dada mereka dengan kain untuk mencapai tampilan "cowok". Gaun longgar sepanjang lutut (flappers) dengan menggunakan korset dari era Victoria.

Kecantikan: Rambut bob menjadi tren di masa ini. Make-up berani yang pernah dianggap "setan", kini dianggap seksi. Bedak digunakan untuk membuat kulit terlihat sepucat mungkin. Lalu, alis dicabut dan digambar dengan pensil alis

4. Tahun 1930-an dan 1940-an (Hollywood Golden Age)

Rita Hayworth

Tipe tubuh: Busana banyak menunjukkan bagian lengan dan kaki, sehingga wanita mulai mengangkat beban ringan untuk membangun otot lengan dan kaki. Desainer seperti Coco Chanel, Dior, dan Elsa Schiaparelli mulai merancang gaun-gaun glamor.

Kecantikan: Gaya rambut menjadi lebih feminin dan warnanya bervariasi. Jean Harlow saat itu membuat warna pirang platinum tren, sementara Rita Hayworth (di foto) membuat rambut merah populer. Sedangkan makeup lebih mengarah ke arah natural dengan warna pucat.

5. 1950-an (Pertengahan Abad Konservatif)

Marilyn Monroe

Tipe tubuh: Bentuk yang diinginkan pada pertengahan abad adalah gadis bertubuh seperti jam pasir yang dipopulerkan oleh bintang film seperti Marilyn Monroe dan Grace Kelly. Perempuan diajarkan untuk memiliki daya tarik tinggi melalui fashion, tanpa banyak menunjukkan kulit.

Kecantikan: Rambut biasanya pendek, sedikit di bawah bahu dengan gaya atau bergelombang. Rambut lurus dianggap kurang "cantik". Perempuan juga mulai lebih fokus pada memiliki kulit mulus.

6. 1960-an (Era hippies dan Twiggy)

Twiggy

Tipe tubuh: Perempuan mulai meniru model seperti Twiggy (di atas). Mereka menjadi terobsesi dengan tubuh kurus. Sedang dalam hal fashion dan kecantikan, dua kutub yang berlawanan muncul: anak hippie dan wanita modern tahun 60-an. Hippies menekankan pada pakaian kasual, sedangkan supermodel Twiggy menekankan penampilan seperti high heels, rok mini dan gaun mini.

Kecantikan: Kaum Hippies tidak melakukan perawatan rambut dan menghindari make-up. Sedang perempuan modern, memilih potongan rambut pixie pendek dan makeup mata yang dramatis. Bulu mata palsu juga harus dipakai dengan maskara yang tebal.

7. 1970-an (Era disko)

Disko

Tipe tubuh: Semakin parah, fenomena memiliki tubuh kurus semakin melejit di masa ini. Pakaian seksi, seperti gaun disko, dengan banyak gaya, kacamata hitam kebesaran, dan celana jeans high-waist.

Kecantikan: Di sini, wanita mulai mengandalkan pemerah pipi dan kulit kecoklatan, tidak lagi pucat.

8. Tahun 1980-an (Dekade rambut dan bahu besar)

Fashion

Tipe tubuh: Perempuan diharapkan memiliki tubuh "kencang", sehingga banyak dari mereka yang mulai berolahraga namun tidak terlalu berotot.

Kecantikan: Hanya ada satu kata untuk menggambarkan era 80-an: besar. Perempuan memilih make-up warna cerah, seperti biru atau merah muda mengkilap.

9. 1990-an

Kate Moss

Tipe tubuh: Model seperti Kate Moss menetapkan kembali standar tubuh "tipis". Masa ini juga saat munculnya tren pusar ditindik dan perut yang kencang.

Kecantikan: Salah satu yang paling populer di tahun 90-an adalah gaya rambut lurus. Selain itu juga rambut bob dan berponi.

10. Millennium Baru (2000 sampai sekarang)

Mariana Renata

Tipe tubuh: Meskipun saat perempuan memiliki lebih banyak pilihan daripada sebelumnya dan memiliki kesempatan untuk berekspresi secara bebas, tapi perempuan masih dianggap cantik bila bertubuh kurus. Faktanya, saat ini nilai kecantikan itu sangat tinggi. Hal ini terbukti bahwa banyak perempuan rela menjalani operasi plastik untuk mendapatkan penampilan "ideal".

Kecantikan: Bervariasi. Rambut panjang menjadi tren, sedang potongan pixie pun telah kembali menjadi populer lagi.

Meskipun dari masa ke masa selalu ada definisi dari "kecantikan" untuk masyarakat, tapi ingat, kamu bebas menentukan kok seperti apa kecantikanmu ingin kamu tunjukkan.

You are beautiful whatever they say :)

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI