12 Bedanya Buka Bersama Zaman Masih Sekolah VS Setelah Dewasa

Rasanya ngabuburit saat remaja beda sama dewasa

12 Bedanya Buka Bersama Zaman Masih Sekolah VS Setelah Dewasa Bayu D. Wicaksono / IDN Times

Ramadan mulai mendekati sepuluh hari terakhir. Selain sibuk menanti Lailatul Qadar, mungkin agenda undangan buka bersamamu juga makin ramai. Apalagi nanti kalau sudah musim mulai cuti dan pulang kampung. Kamu dan teman-teman yang selama ini merantau jadi punya kesempatan untuk berkumpul bersama.

Salah satu yang paling dinanti adalah undangan buka bareng alumni sekolah atau kampus, bisa juga dari teman-teman masa kecil. Biasanya momen buka bersama atau bukber juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan nostalgia. Jadi sayang banget kalau dilewatkan. Tapi kalau diperhatikan ada pergeseran tren buka bersama lho di zaman sekarang. Lebih tepatnya kalau dibandingkan dengan zaman masih jadi murid atau mahasiswa dulu!

1. Zaman sekolah atau kuliah dulu janjian buka bersama relatif gampang.

Pada masa itu kesibukan kamu dan teman-teman masih satu ritme, satu irama. Rutinitas juga masih bisa diprediksi karena bersekolah atau kuliah di tempat yang sama. Janjian untuk buka bareng biasanya gak ribet banget.

2. Sudah dewasa seperti sekarang harus cermat atur waktu janjian agar semua bisa ikutan!

143408-7b1a4837fd67992ab61d60913e6da9f5.jpgBayu D. Wicaksono / IDN Times

Setelah dewasa, jelas masing-masing kalian punya kehidupan berbeda. Mulai dari tempat kerja sampai tempat domisili. Mengatur janjian harus dengan perencanaan matang dan hati-hati.

3. Dulu saat masih remaja sih tinggal tentukan hari dan berangkat saja.

Apalagi kamu yang anak 90-an, waktu itu belum ada sosial media atau chat yang memudahkan komunikasi. Tapi kalian woles-woles aja tuh menentukan kapan bukber, cukup rapat kecil seusai jam pelajaran, catat siapa saja yang ikut, bayar DP iuran, sudah deh!

4. Kalau sekarang kebanyakan "ayok, ayok" di group chat, tapi gak jalan-jalan!

yaoloh-b43d2de88e17db49125903c324a59bfe.jpgMeme/IDN Times

Meskipun telekomunikasi sudah jauh lebih maju, namun bukan berarti kamu lebih mudah buat janjian ketemu bareng teman-temanmu. Karena pola hidup yang berbeda tadi terkadang hal sesederhana ini terasa begitu sulit... apalagi kalau pesertanya pada manut-manut aja, tapi gak kunjung memberi solusi.

5. Zaman sekolah atau kuliah buka bersama paling cuma habis Rp. 20 ribu per orang...

Catatan: Ini dengan pertimbangan kalau kamu adalah generasi 90-an ya! Harga saat kamu masih jadi murid atau mahasiswa kan belum semahal sekarang. Selain itu saat masih muda kamu gak kepikiran tuh untuk bermewah-mewah, yang penting kenyang dan ngumpul aja!

6. Setelah dewasa, mana mungkin?! 100 ribu per kepala saja sudah terhitung murah!

Catatan: ini dengan pertimbangan kalau kamu berdomisili di kota besar. Sekarang kan trennya buka bersama alumni di restoran atau hotel mewah tuh! Mana bisa cuma bayar 20rb/kepala lagi? Apalagi harga barang-barang sudah jauh berbeda dari masa kamu kuliah. Hehe.

Baca Juga: Perkembangan Pesat Islam di Korea Bikin Nyaman Jadi Rumah Kedua

7. Tapi dulu acaranya memang sederhana dan sebatas ngabuburit bersama.

Semasa sekolah atau kuliah, acara buka bersama biasanya jadi ajang ngabuburit, mempererat ikatan dan kebersamaan aja. Isinya 50% makan bareng, 50% bercengkarama sambil ibadah bersama. Jadi wajar kalau gak butuh modal besar, yang penting kehadirannya.

8. Sementara, sekarang bisa dipadukan dengan kegiatan sosial atau beramal

Setelah dewasa rasanya gak afdol kalau kalian cuma ngumpul-ngumpul hura-hura tanpa ada agenda yang lebih dalam. Jadi gak heran kalau acara bukber setelah kamu dewasa biasanya dipadukan dengan acara sosial seperti buka bersama anak yatim piatu, atau kegiatan amal untuk kaum yang membutuhkan dan semacamnya. Bagus tuh, melakukan kebaikan berjamaah.

9. Dulu semua harus pro-aktif membantu agar buka bersama bisa terlaksana.

Dulu untuk menghemat biaya dan mengakrabkan diri, biasanya hidangan dan acara buka bersama kalian atur semua bareng-bareng. Di mana tempatnya, siapa yang bersih-bersih, siapa yang masak, siapa yang belanja. Kalau gak ada yang mau susah ya acaranya gak jadi deh! Meski terdengar repot, justru ini sisi asiknya buka bersama semasa remaja lho!

10. Sekarang tinggal pakai jasa event organizer juga bisa, kamu tinggal datang, duduk manis dan melepas rindu.

Selain gak punya waktu lagi untuk menyiapkan semua sendiri, acara bukber ketika dewasa memang kesannya lebih profesional aja. Kamu tinggal datang dan fokus kepada teman-temanmu. Tempat, acara, bahkan pengisi acara sudah ada yang urus.

11. Zaman sekolah dan kuliah, datang ke bukber masih sendirian. Malah siapa tahu ketemu jodoh di sana.

Iya kan? Bahkan kalau saat itu kamu udah gak jomblo pun biasanya agak ragu ke acara bukber sama pacar atau gebetan. Masih ingin fokus menikmati waktu kebersamaan bareng teman-teman seangkatan. Atau bahkan emang sengaja pengin ngincer teman tapi mesramu ya?

12. Sekarang sudah banyak temanmu yang ikut bukber sambil bawa pasangan bahkan anak mereka!

143434-3528e903b4dd52ed491fc3ba029537ab.jpgBayu D. Wicaksono / IDN Times

Kalau sekarang setelah dewasa, hampir bisa dipastikan para peserta hadir membawa ekor masing-masing. Masa pasangan dan anak mau ditinggal di rumah? Justru ini saatnya untuk saling mengenalkan dan silaturahmi, membangun ikatan baru dengan kawan-kawan lama. Alhamdulillah, ya!

Gimana guys, terutama kamu yang generasi 90-an? Bener gak 12 perbedaan buka bersama saat masih muda dan setelah dewasa di atas? Atau mungkin ada yang kelewatan? Tuliskan dong di kolom komentar. Jangan lupa, buka bersama boleh namun jangan sampai gak menjalankan ibadah lain juga karena keasikan reuni yak!

Baca Juga: Inspirasi Ramadan: Indahnya Ramadan Bagi Seorang Mualaf

Read More

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote Senang Vote
    Senang 22%
  • Vote Sedih Vote
    Sedih 10%
  • Vote Terhibur Vote
    Terhibur 32%
  • Vote Marah Vote
    Marah 6%
  • Vote Kaget Vote
    Kaget 6%
  • Vote Terinspirasi Vote
    Terinspirasi 24%
ARTIKEL TERKINI